Jumat, 28 Januari 2011
my parents my hero :)
Kamis, 27 Januari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Minggu, 23 Januari 2011
My Decision

Jumat, 21 Januari 2011
geng huru hara



Kamis, 20 Januari 2011
i'm affraid of tomorrow ways
Senin, 17 Januari 2011
Tentang Gw, Fotografi dan Musik
Kadang nyanyi bikin gw lupa. Lupa sama hal yang bikin BT, lupa sama kekeselan gw, lupa sama ketidaknyamanan gw. sering banget kalo gw lagi bad mood terus pas gw nyanyi bad mood itu jadi ilang. Lega rasanya. Bisa dibilang nyanyi udah jadi bagian dari hidup gw, apalagi musik. Jujur gw ga terlalu milih-milih genre lagu untuk didenger, selama itu enak di kuping gw kenapa ngga. Kalo lagu yang gw bawain, ga semua genre gw bawain, bukan ngga mau tapi kalo gw ga bawain itu berarti gw kurang bisa bawain itu lagu :)
Gw suka musik bukan cuma dengerin dan nyanyi, gw juga suka gitar <3 Gw ga pernah ikutan les gitar, dan gw cuma belajar gita dari papa. Gw tau kok cara gw main gitar jelek banget hehe. Tapi walaupun gitu gw tetep suka genjrang-genjreng. Pengen deh belajar gitar lagi supaya bagus maeninnya ^^
Oke sekarang pindah dari musik menuju fotografi. Gw suka fotografi sejak kapan ya? Mungkin sejak SMA saat gw muali belajar cara ngedit foto, dan dimulai dari rasa narsis gw juga. hehe. Di kampus gw nemu klub fotografi dan gatau kenapa gw tertari banget pengen masuk klub itu. Dan disitu gw dapet banyak ilmu sampe akhirnya papa, mama, kakak gw beliin gw kamera Nikon. Gw mulai explore kemampua fotografi gw dengan si Nikon d3000 gw. Sampe saat ini mungkin baru sedikit tekhnik yang gw pelajarin dan masih sedikit foto yang gw hasilkan.
pokoknya <3 photograph n music :3
really wanna do :3
Kamis, 13 Januari 2011
Artikel Petunjuk
Fotografi merupakan hobi yang diminati oleh banyak orang, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Dari mulai foto diri sendiri atau ‘foto narsis’ hingga foto yang menggunakan teknik-teknik fotografi.
Hasil foto yang kita dapatkan seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terkadang seorang fotografer bisa saja melakukan kesalahan dalam setingan kamera. Misalnya saja saat ada moment penting yang terjadi, si fotografer melakukan kesalahan dengan menghasilkan gambar terlalu gelap. Hal tersebut dapat kita akali dengan melakukan editing foto.
Tentunya editing foto tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Editing foto boleh dilakukan tanpa harus merubah makna awal dari foto tersebut. Editing foto juga dimaksudkan untuk memperkuat makna foto. Seorang fotografer profesional pun tak jarang melakukan editing foto bila ia memerlukannya. Seperti menurut Jonas P Holdrief yang mengemukakan alasannya menggunakan software untuk editing, diantaranya adalah permintaan klien, hasil foto yang kurang memuaskan, untuk lebih eye catching, dan kepuasan pribadi. Jadi editing foto itu tidak diharamkan.
Editing foto dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya mengedit color balance, hue saturation, atau bahkan cropping pada foto. Selain mengedit warna dan cropping pengeditan foto dapat dilakukan dengan memanipulasi foto, menambahkan text, rotasi, mengubah ukuran foto, dan lain lain. Proses editing biasanya dilakukan setelah pengambilan gambar dengan menggunakan perangkat lunak yang tersedia.
Kombinasi warna
Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses editing foto membutuhkan perangkat lunak atau software sebagai alat untuk melakukan editing. Banyak perangkat lunak yang dapat kita pakai untuk proses ini, diantaranya adalah Adobe Photoshop, Photoscape, Corel Photo Paint, dan lain-lain. Software yang paling banyak digunakan dan sangat popular saat ini adalah Adobe Photoshop, karena dalam software tersebut banyak menu-menu yang memungkinkan kita melakukan editing sesuai dengan selera kita masing-masing. Dengan menggunakan Adobe Photoshop kita mendapatkan beberapa keuntungan seperti kualitas gambar, kemudahan menu-menu yang ada dan sebagainya.
Sebelum melakukan editing, terlebih dahulu kita harus mengenal tools tools yang ada dalam software yang kita gunakan. Bila kita menggunakan photoshop biasanya tools tools yang digunakan berupa lasso tools, magic wand tools, move tool, crop tool, clone stamp tool, eraser tool, zoom tool dan sebagainya.
Salah satu proses editing yang bisa dilakukan dengan menggunakan software tersebut adalah melakukan kombinasi warna pada satu foto. Hal ini dimaksudkan agar foto terlihat menarik, karena adanya gabungan warna hitam putih dengan warna warna terang dalam satu foto. Sebagai contoh, foto yang kita seleksi adalah foto seorang pedagang balon gas warna warni yang sedang berjualan diantara keramaian kota Bogor. Pada foto ini kita ingin mengkombinasikan warna warni balon gas dengan warna pedagang, tempat dan yang lainnya hitam putih.
Hal yang pertama harus kita lakukan adalah menduplikat foto tersebut menjadi dua. Karena ini penggabungan, maka foto harus di duplikat menjadi dua terlebih dahulu sebelum digabungkan. Setelah diduplikat, ubah warna salah satu foto menjadi warna hitam-putih melalui image, lalu adjustment yang ada di toolbar menu photoshop.
Setelah hal tersebut dilakukan, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengabungkan kedua foto tersebut dalam satu layer dengan cara menyeleksi foto hitam putih dan men-drag-nya pada layer foto yang berwarna.
Foto yang awalnya dipisahkan menjadi dua bagian atau di duplikat, kini menjadi satu bagian dengan layer foto hitam putih di atas foto berwarna. jadi, yang nampak hanyalah warna hitam putihnya saja. Setelah itu, pilih layer foto hitam putih dan pilih eraser tool untuk menghapus warna hitam putih pada balon. Maka, foto yang dihasilkan adalah foto hitam putih dengan warna tetap pada balon gas.

Kadang dalam proses editing menemui banyak kendala yang dihadapi. Dari mulai masalah pada perangkat lunaknya, perangkat kerasnya, bahkan mood pun dapat menjadi masalah dalam editing foto. Emosi atau mood yang sedang kita alami terkadang dapat mempengaruhi hasil foto yang kita edit. Misalnya, saat kita sedang marah lalu kita melakukan editing, maka yang dihasilkan pasti berantakan. Karena selain butuh keterampilan dalam editing pun dibutuhkan ketelitian dan kesabaran agar foto yang dihasilkan rapi. Maka dari itu, saat mengedit foto pastikan mood kita sedang tidak buruk agar ketelitian dalam mengedit foto tidak terganggu. Selain itu pastikan prerangkat keras dan lunak yang kita gunakan dalam keadaan baik-baik saja.
Selain keutungan yang kita dapatkan pasti ada kerugian dari editing foto ini, misalnya keterlaluan dalam mengedit foto sehingga merubah makna, membuat fotografer dan sebagainya. Namun, banyak keuntungan dalam mengedit foto, diantaranya memperkuat makna foto, membuatnya lebih menarik dan untuk kepuasan pribadi agar foto terlihat lebih baik dari sebelumnya.
(tulisan ini dibuat tuntuk tuga kampus, maklum kalau msh banyak salah ^^)
Artikel Ilmiah Populer
TEKNIK DAN PEMAKNAAN PORTRAIT
Oleh Andra Dwi T. P.
Komunikasi merupakan ilmu yang sangat luas. Selain menyampaikan pesan melalui ucapan, tulisan ataupun suara, komunikasi pun dapat disampaikan melalui foto. Komunikasi yang dimaksud adalah cara seorang fotografer untuk mengekspresikan pandangannya terhadap suatu objek. Melalui sebuah foto seorang fotografer dapat bercerita banyak mengenai suatu tempat, suatu peristiwa, kegiatan atau bahkan suatu hal yang menarik perhatian. Setiap fotografer tentu saja memiliki ciri khas yang berbeda, namun pada dasarnya mereka menggukan teknik yang sama. Dalam bidang fotografi, banyak teknik-teknik yang digunakan untuk memperindah sebuah foto. Foto yang indah, dapat menarik perhatian komunikan agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik. Fotografi pun memiliki berbagai macam jenis foto, seperti foto landscap, foto jurnalistik, foto model, foto portrait, foto produk, foto makro, dll. Jenis foto portrait sangat menarik untuk dipelajari, selain tekniknya kita pun dapat mempelajari bagaimana menyampaikan makna lewat foto portrait.
Fotografi portrait atau lazimnya disebut foto portrait adalah foto karakterisitik seseorang atau seperti yang diungkapkan Audi Mirza Awi dalam bukunya Foto Jurnalistik menyebutkan bahwa foto portrait adalah foto yang menampilkan wajah seseorang secara close up dan “mejeng”. Ditampilkan karena adanya kekhasan pada wajah yang dimilikinya atau kekhasan lainnya. Jadi inti dari pernyataan tersebut bahwa foto portrait adalah foto tentang sesorang dengan ciri khasnya, pekerjaannya atau hal lainnya yang menunjukan bahwa foto itu “sangat dirinya”.
Foto portrait merupakan bagian dari foto jurnalistik. Jenis-jenis foto jurnalistik menurut WPP (Word Press Photography) ada 9, yaitu spot photo, general news photo, people in the news photo, daily life photo, portrait, sport photo, science and technology photo, art and culture photo, dan social and environment. Menurut editor majalah Life, dari 1937-1950, Wilson Hicks yang dikutip dari buku Audy Mirza Alwi dalam bukunya Foto Jurnalistik, fotografi jurnalistik adalah kombinasi dari kata dan gambar yang menghasilkan satu kesatuan komunikasi saat ada kesamaan antara latar belakang pendidikan dan sosial pembacanya. Dari pernyataan tersebut jelaslah bahwa, bila sebuah foto portrait diperjelas dengan kata-kata yang mendukung foto itu, maka, sebuah foto portrait dapat memberitakan suatu hal tentang seseorang yang ada dalam foto tersebut.
Teknik Foto Portrait
Salah satu hal yang penting dalam pemotretan yaitu seorang fotografer harus menyediakan konsep foto. Konsep foto tidak terlepas dari komposisi. Menurut John Kim dalam bukunya 40 Teknik Fotografi Digital mengungkapkan bahwa komposisi baik dalam fotografi maupun seni, berkaitan dengan unsur-unsur yang tersusun dalam karya itu. Misalnya saja, pengaturan komposisi dapat dilakukan dengan memperhatikan penempatan subjek, aturan sepertiga bagian, horizontal atau vertical, pengisian bidang foto, dan garis pandu. Hal-hal tersebut dapat sangat membantu dalam membuat komposisi yang menarik.
Setiap foto pasti membutuhkan pencahayaan, karena jelas bahwa kata ‘fotografi’ bermakna melukis dengan cahaya, apabila tidak ada cahaya tentu saja kita tidak akan dapat memotret. Pencahayaan mengacu pada banyaknya cahaya yang mengenai sensor elektronik di kamera digital atau film di kamera analog. Pencahayaan dapat berupa OE (Over Exposure) atau UE (Under Exposure) maksudnya OE (Over Exposure) adalah pencahayan yang berlebih. Penyebabnya adalah pengaturan aperture (bukaan lensa) dengan shutter speed (kecepatan rana) yang tidak sesuai. Misalnya memotret dalam cuaca cerah, fotografer menggunakan speed 1/30 dengan aperture f5,6, tentu saja foto yang dihasilkan akan menjadi sangat terang dan menyilaukan mata. Sedangkan UE (Under Exposure) adalah kurangnya pencahayaan. Penyebabnya pun sama dengan over exposure namun biasanya ini disebabkan oleh besarnya angka aperture dan besarnya kecepatan rana. Misalnya memotret dalam cuaca mendung, fotografer menggunakan speed 1/125 dengan aperture f11, tentu saja foto yang dihasilkan akan gelap.
Pencahayaan ideal dapat dilakuakan dengan berbagai cara, selain pencahayaan yang telah disebutkan diatas, si fotografer pun dapat membentuk atau mengkondisikan cahaya sesuai dengan keinginan mereka dengan menggunakan cahaya tambahan seperti flash, softbox dan sebagainya. Dengan begitu fotografer dapat membuat konsep foto tersebut sesuai dengan yang ia inginkan, dengan cahaya si fotografer dapat lebih melalukan penekanan terdapat makna foto yang ingin disampaikan.
Contohnya saja, seseorang dengan mimik wajah datar dapat ditekankan dengan memotret di tempat yang sedikit cahaya dengan memberikan efek splash cahaya pada salah satu bagian sisi wajahnya. Dari foto tersebut kita dapat memaknainya bahwa orang atau subjek dalam foto tersebut adalah orang yang pendiam, dan kurang ekspresif. Bandingkan bila tidak dilakukan pencahayaan, foto tersebut akan terlihat datar, kurang menarik dan kurang penekanan.
Banyak hal penting dalam melakukan pemotretan portrait selain pencahayaan. Dalam pemotretan portrait tidak semua model tampil sempurna dengan menatap ke kamera. Dalam hal ini fotografer dapat mengarahkan modelnya untuk menatap ke kanan atau kekiri. Selain itu, pengambilan foto pun dapat dilakukan secara alami atau natural dan juga, latar belakang pada subjek pun menjadi penting karena latar belakang dapat membuat objek terlihat jelas. Latar belakang yang dipilih harus berbeda dengan warna wajah atau pakaian si subjek.
Teknis dalam foto portrait dapat menggunakan alat-alat yang beragam, seperti : kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) atau kamera SLR (Single Lens Reflect), lensa wide, lensa fix, lensa standar 18-55mm atau lensa tele. Pada dasarnya semua itu tergantung kebutuhan si fotografer. Selain kamera dan lensa, yang biasanya digunakan terutama saat indoor juga adalah lampu kilat eksternal, diffuser (pelembut cahaya) dll.
Setiap foto pasti memiliki makna, baik tersirat ataupun tersurat. Foto portrait kebanyakan menampilkan makna secara tersirat. Misalnya, bila seseorang difoto dengan menggunakan baju putih beserta stetoskop. Sangat jelas dalam foto itu bahwa Ia adalah seorang yang berprofesi dokter. Foto portrait sangatlah menarik bila dipelajari lebih dalam lagi. Semua teknis-teknisnya pada dasarnya sama dengan foto-foto pada umumnya. Karena yang penting dalam fotografi menguasai dasar-dasarnya.
Intinya komunikasi tidak hanya dengan berbicara, dengan tulisan atau dengan suara, foto juga dapat berkomunikasi. Sebuah foto dapat mengabadikan sebuah moment yang ingin disampaikan kepada penikmatnya. Dalam bidang fotografi, begitu banyak jenis-jenis foto, salah satu yang menarik untuk dipelajari adalah foto portrait. Foto portrait merupakan bagian dari foto jurnalistik yang bila didukung oleh kata-kata foto tersebut dapat menjadi sebuah pemberitaan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat sebuah foto portrait, kita dapat mebuat konsep sebelum memotret, mengatur komposisi, serta mengatur pencahayaan. Alat-alat teknis yang digunakan sesuai dengan kebutuhan seorang fotografer. Makna yang tersirat dalam foto portrait dapat terlihat dari foto yang dihasilkan seorang fotografer.
Daftar pustaka
Alwi, Audy Mirza. 2004. Foto Jurnalistik. Jakarta: Bumi Aksara.
Kim, John. 2004. 40 Teknik Fotografi Digital. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
(tulisan ini dibuat tuntuk tuga kampus, maklum kalau msh banyak salah ^^)


