Rabu, 30 November 2011

when you hear "nande? dou shite?" you will feel better quickly.. thats mean someone care to you :)

Jumat, 11 November 2011

Boleh Aku Ralat Doaku, Tuhan?

cerpen by : Andra


"Eh, anak kelas satu ya?" Lelaki yang mengenakan kaos basket dengan nomor punggung sembilan itu bertanya kepadaku dengan seulas senyuman di wajahnya.

***

Sore itu, hari Rabu. Artinya hari ini aku harus les bahasa Inggris. Aku murid kelas 1 SMP semasa itu, orang tuaku menyuruh aku untuk mengikuti les bahasa inggris di sekolah. ya, les privat. Aku dan satu temanku les setiap rabu sore di sekolah. hanya aku dan Disa temanku. Mr. Gino adalah guru bahasa inggris yang menyenangkan, ia selalu memberi pelajaran yang mudah untuk kami mengerti, tak heran kalau aku dan Disa selalu semangat mengikuti les.

Hari itu hujan sangat deras, cuaca kota hujan yang sangat menusuk kulitku. Seperti biasanya, saat cuaca seperti ini aku ngga bisa jauh-jauh dari toilet. disela-sela pelajaran sore itu aku berbisik pada Disa. 
"Dis, gw kebelet...  temenin yuk ke kamar mandi." dengan muka memelas. 
"Kebiasaan deh ini anak, pipis mulu. yaudah yuk." Seru Disa. 
Kami berdua-pun meminta izin untuk pergi ke toilet. Kelas yang kami tempati letaknya jauh dari kamar mandi. Kamar mandi terletak di dekat pintu keluar sekolah. Aku berlalri kecil sambil menahan rasa ingin pipis. Setibanya di kamar mandi aku masih harus menunggu karena di dalamnya ada yang sedang ganti baju. Di tangga dekat toilet ada seorang kakak kelas yang sepertinya lagi menunggu temannya yang di dalam. Aku mengernyitkan dahiku dan lompat-lompat kecil menahan rasa ingin pipis yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Kakak itu berdiri, dan bertanya ka arahku. 
"Eh anak kelas satu ya?" serunya sambil tersenyum.
"Eh umm, iya kak." seruku sambil membalas senyumnya. 
"Ngapain jam segini masih disekolah? pasti ada les ya?" tanyanya lagi.
"Hehehe iya ada les bahasa Inggris kak." seketika rasa ingin pipisku hilang, entah kenapa sekarang yang kurasakan malah rasa ingin lompat dari lantai 13. Rasanya deg-degan. "Huaaaaaaa" jeritku dalam hati. 
Tak lama kemudian seorang wanita tomboy berambut keriting keluar dari kamar mandi dan kakak itupun meninggalkan kamar mandi bersama temannya dengan memberikan senyum seolah mengatakan "duluaan ya" dan akupun segera pipis.

***

Semenjak hari itu semua berubah disekolah. Aku, yang awalnya merasa bosan di sekolah karena tidak ada yang menarik kini menjadi orang yang paling semangat untuk pergi ke sekolah. ya, karena kakak itu. Namanya Febri aku tahu itu dari baju basket yang ia kenakan saat latihan, dia anak kelas 2. Dia anak basket, dan dia lucu. Itu yang aku tahu. Setiap hari entah kenapa pandanganku selalu tertuju pada kakak yang satu itu. Semenjak hari itu, aku mulai mencari tahu tentangnya, tentang siapa dia dan kebiasaan-kebiasaanya. Aku bukan stalker yang mengikuti dia kemana-mana, aku hanya secret admirer. 

Entah kenapa pertemuan demi pertemuan dengan Febri menjadi semakin sering setelah hari itu. mungkin karena aku baru menyadari adanya dia. Di kantin, di depan kelas, hingga saat pulang sekolah aku selalu melihatnya. Aku tentu saja tidak menyimpan ini sendirian, aku berbagi hal ini dengan sahabatku Nisa. Nisa selalu tahu apa yang aku lakukan saat aku melihat Febri, aku akan meremas tangan nisa dan berkata "ya ampun nis, meong lucu bangeeeet."

Meong. Ya meong, aku memanggilnya meong. Menurutku saat itu Febri lucu seperti meong, maklumlah pemikiran anak baru gede yang baru menginjakan kakinya di dunia remaja suka berlebihan dan aneh-aneh. Febri adalah orang yang lucu, bukan hanya wajahnya namun juga kelakuanya. Aku selalu memperhatikan dia saat ia bergurau dengan temannya, selalu tertawa terbahak-bahak dan saat ia tersenyum matanya hanya segaris. Dia bukan cina, tapi dia matanya hanya sedikit sipit. Seperti itulah yang Tuhan berikan padanya, dan aku suka itu. 

Hari itu, kebiasaanku muncul lagi. aku meminta Nisa untuk menemaniku pipis. Aku berjalan ke toilet dengan Nisa, dan aku lihat Febri sedang main badminton di dekat toilet, sepertinya ia malas-malasan mainnya karena ia bermain badminton sambil duduk. "ada-ada aja si meong" bisikku dalam hati. Aku berjalan mendekat dan semakin dekat dengan Febri lagi-lagi aku meremas tangan Nisa. 
"Nisaaa meong." gumamku kecil. 
"Aduh.. aduh..Iya cha, ciyee.. hahaha" Nisa menahan rasa sakit sambil tertawa melihat tingkahku. 
Aku berjalan sewajarnya sambil sesekali memandang dia dari belakang. Dan ditoilet aku merapikan bajuku, dan keluar sambil senyum-senyum sendiri, Aku berjalan menuju kelas, dan saat melewati Febri, Febri terlihat akan menyemash dengan raketnya namun tiba-tiba raketnya mengenai aku. "huaaaaa" hanya itu yang bisa aku ungkapkan dalam hati, dan yang aku keluarkan dimulut adalah kata "Aw" padahal sama sekali tidak sakit, itu hanya refleks. Febri menoleh ke belakang, mukanya terlihat kaget karena raketnya mengenai seseorang dan tak lama setelah menoleh ia berkata 
"Eh eh sorrry sooorry." Aku hanya menatapnya kecil, tersenyum, lalu melengos. 
Kata Nisa, saat aku melengos Febri hampir menghampiri aku, tapi aku keburu jalan duluan. ini kedua kalinya kita berkomunikasi, walaupun yang kali ini tidak seperti waktu awal.

Aku senang, melihatnya bermain basket di lapangan, aku senang melihatnya tertawa di kantin, aku senang melihatnya mengusap-usap rambut seperti orang sedang malu-malu. Aku senang melihatnya berlali di koridor kelas saat ia terlambat. Aku senang melihat ia belajar di jendela kelas. Aku senang melihat dia menatapku diam-diam. Aku senang walaupun hanya bisa melihatnya dari kejauhan.

Seperti orang kebanyakan, aku juga hanya bisa menatap Febri dari jauh, aku ngga pernah berani untuk melihatnya dari dekat apalagi menyapanya. Mungkin kami belum saling mengenal, tapi aku pernah berbincang dengannya. 

***

Hari ini hari sabtu, aku sangat ingat saat itu kami memakai baju pramuka. Bel pulang berbunyi, semua murid bersorak hingga akhirnya semua berhamburan keluar sekolah. 
"Yeee besok libuur." Sorak Nisa riang.. 
"Yaaah." aku menanggapi dengan lemas.
 "Loh kok yah? ga seneng ya?" 
"Iya, gabisa liat meong." ungkapku sedih
"Wuuu dasar, susah emang kalo lagi jatuh cintrong mah.haha" Ledek Nisa
Aku pun pulang dengan Nisa, aku manyun karena besok libur. Tiba-tiba saat keluar gerbang aku melihat Febri juga keluar gerbang, Aku berjalan duluan dan dia berjalan tepat dibelakangku. Sumpah perasaan salting dan deg-degan menghampiriku. Entah apa yang harus aku lakukan, berjalan biasa pun seperti tak biasa. Aku mencoba menenangkan diri dan berjalan dengan santai dan biasa seolah-olah tidak ada dia dibelakangku. Di dekat zebra cross, aku memutuskan untuk membeli minum dulu karena haus. Entah kenapa saat aku membeli minum, Febri menunggu di dekat warung tersebut, Ia berdiri sendiri dan dia seolah sedang menunggu. Aku menoleh sedikit kearahnya, dia menunduk dan sesekali melihat sekitar. Entah apa yang dia tunggu, namun anehnya saat aku lanjut berjalan dan menyebrang jalan, Ia pun mengikuti. Hah, entah apa yang ada di pikiran Febri saat Itu, tapi yang aku tahu aku sangat sangat senang saat itu. Senang bisa merasakan ia berjalan dibelakangku.

Aku selalu ingat semua hal tentang Febri, Aku ingat baju yang ia kenakan saat moment-moment berharga untukku, aku ingat jaket yang selalu ia kenakan ke sekolah, aku igat sepatu dan tas yang selalu ia pakai ke sekolah. Aku ingat pertama kali Ia pakai jam tangan. Aku ingat semuanya. 

Entah apa yang terjadi, saati itu aku ngga mengerti. Aku ngga mengerti apa Febri memberi sinyal atau tidak, aku juga tidak mengerti maksud Febri dan tatapan-tatapannya saat bertemu. Mungkin aku hanya ke-GR-an saat itu, dan aku tidak berharap banyak. Selama di SMP, cuma Febri yang membuat hari-hariku jadi berwarna. Hingga akhirnya dia lulus dan keluar dari sekolah. Hubunganku dengan Febri tidak jelas hingga akhirnya, kami hanya berbincang di awal, dan selanjutnya hanya saling menatap dan melihat dari jauh, Hanya itu, tidak lebih, Tapi entah kenapa hal itu tidak bisa aku lupakan hingga saat ini. Maybem he's my first love. :)

Waktu berjalan begitu cepat, aku lulus dengan nem yang kurang memuaskan untukku. entah kenapa prestasi yang aku hasilkan setiap semesternya selalu ditutup tidak sesuai harapan pada akhirnya. Aku menangis saat pembagian nem. bukan, ini bukan karena nemku terlalu buruk untuk dilihat, tapi karena aku tidak bisa masuk SMA yang sama dengan Febri. aku sangat sedih, yaa mungkin jalannya seperti ini. aku mencoba pasrah menjalani masa-masa SMAku tanpa bisa melihat Febri lagi. padahal saat kelas tiga aku sangat berharap capet lulus dan bisa masuk SMA yang sama dengan Febri agar aku bisa melihat dia lagi. Tapi takdir berkata lain.

Masa-masa SMAku indah. Ada yang datang dan pergi mengisi hari-hariku, tapi entah kenapa perasaan ini untuk Febri masih ada. Aku pengen ngeliat Febri, aku pengen ketemu lagi sama Febri, Hanya itu yang selalu ada diotakku. Hingga suatu hari sekolah Febri mengadakan Pentas Seni. Aku dan temanku memutuskan untuk datang karena band band pengisi acaranya adalah band-band kesukaan kami. Aku sangat senang saat itu, aku selalu berharap bisa ketemu sama Febri lagi. 

Di tengah kerumunan orang banyak aku dan Seli berjalan masuk, kami mencari tempat duduk di tribun. Saat itu penuh, dan sangat berisik. Jujur, yang aku lakukan saat itu bukan mendengarkan lagu band kesukaan kami, yang aku lakukan adalah meoleh ke kanan, ke kiri, ke belakang dan ke bawah. Ya, aku mencari Febri. Aku mencoba menikmati musik sebentar dan aku menoleh ke bawah dengan muka manyun. Dan mataku langsung melotot ketika aku melihat sesosok pria dengan mata sedikit sipit dan rambut lurus berponi, 
"SEEEEEELLL, FEBRI SEEEEEL." aku menarik baju seli, memastikan aku benar-benar melihat Febri.
"Yang mana cha?" seli mencari-cari orang yang aku maksud ditengah kerumunan orang banyak.
"Itu sel yang ituu." aku menunjuk ke arah pria itu.
"waaaa chaaa lo seneng banget pasti." seli berkata dengan muka sumringah.
"Iyaa seeel." 

Rasanya tidak sia-sia saat itu aku pergi ke Pensi sekolah itu. Rasanya sangat senang karena bisa melihat Febri lagi.

Dari sejak pensi itu aku tidak pernah melihat Febri lagi. Hingga lulus SMA kami berpisah semakin jauh. Aku dengar dari temanku Febri meneruskan sekolahnya ke Jogjakarta. itu artinya semakin sulit kesempatan aku dan Febri untuk bertemu secara kebetulan.

Aku menjalani kehidupanku seperti biasa, begitupun kehidupan percintaanku. Namun satu yang ngga bisa aku lupai, Febri, Aku ngga tau apa yang bikin aku ngga pernah bisa lupa sama Febri. Sampe suatu hari aku berdoa untu bisa ketemu Febri sekali lagi, aku pengen ngeliat dia sekaliii aja. Dan Allah maha adil dan maha bijaksana, Dia mengabulkan doaku.


Di akhir semester 3, sore itu cerah namun masih ada sisa-sisa bekas hujan tadi siang. Aku berjalan keluar kampus, menunduk lalu menegakan kepala, tercengang dan terdiam sejenak memastikan aku tidak sedang menghayal atau ngigo. dan itu benar Dia. Ya, Dia Febri yang dulu memberi warna masa-masa SMPku. Febri tidak menoleh kearaku, kami tidak bertemu pandang, ia sibuk berjalan menghindari becekan yang ada di depannya sementara aku memeperhatikan dia beberapa detik. Dia ngga banyak berubah, dia masih sama kaya dulu hanya perawakannya yang sedikit lebih besar dari saat SMP. Saat itu aku sangat bersyukur karena bisa melihatnya lagi.

Hal itu terjadi dua tahun lalu, dan hingga detik ini aku ngga tau lagi kabar tentang febri. bahkan aku ngga bisa nemuin facebook atau akun twitternya. mungkin ini salahku, karena aku yang meminta untuk bertemu dengannya satu kali lagi, Tuhan, boleh aku ralat doaku hari itu? Boleh aku melihatnya lagi? aku ingin bertemu dan mengenalnya lagi.

***


promise

oke.. mulai sekarang no more word "Pah tolongin neng, neng ga bisaaaaa" seperti kata Pak Guruh bilang, tugas papa udah selesai di dunia ini, tugas papa udah selesai untuk bantuin anaknya yang manja ini dan udah waktunya papa istirahat dengan tenang di sisi-Nya. kalo gw terus terusan bilang "pah, i need your help." bukannya itu malah ngeberatin papa di sana? bukannya itu malah bikin papa sedih. 
"I can stand alone dad" itu yang sekarang harusnya gw ucapin supaya ga ada beban buat papa istirahat di sana. I promise to you dad, your daughter can do it by her self. it all because of you :) 

sincerely, your daughter  

Jumat, 30 September 2011

Ini Semua Untuk Ayah


Andra Dwi Tiara

Sambil terisak, aku bergegas keluar dari mobil. Pintu mobil dengan kencangnya ku hempaskan. Lalu aku berlari kencang, semua mata tertuju padaku. Mereka mencoba menahanku dan menenangkanku, tetapi aku tak peduli. Aku terus berlari kencang dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti. Hatiku tersayat saat melihat bendera kuning terpampang di depan jalan itu.
***
Malam itu malam Jum’at. Kami, keluarga kecil ini selalu menghabiskan waktu bersama-sama saat kesempatan itu ada. Ya, itu adalah ayah, ibu, aku dan kakakku. Malam itu ayah mengajak aku, ibu, dan kakak untuk pergi makan di luar. Ayah sangat bersemangat malam itu dan entah kenapa ayah sangat memaksa padahal kami sudah makan malam sebelumnya. “Ayo kita makan lagi,” dengan nada memaksa dan membujuk agar kami mengikuti keinginannya. Dan akhirnya kami pun pergi keluar karena ayah terus memaksa.

Kami menyantap makanan dengan lahapnya, walaupun sudah kenyang tetapi karena kebersamaan keluarga kecil ini, kami lupa dengan perut yang sudah kenyang. Ayah terlihat senang, sesekali ia melihat anak-anaknya makan dan menawarkan untuk tambah lagi. Ayah mengeluarkan guyonannya, dia meledek aku gendut, makannya banyak. Begitu juga ibu dan kakak, mereka ikut menimpali guyonan ayah. Semua tertawa, bercanda dan berbincang dengan gembira. Acara makan pun selesai, ayah pergi untuk membayar makanan, sedangkan ibu dan kakak sudah beranjak menuju mobil. Aku masih terdiam berdiri menunggu ayah membayar makanan. dan melihat ke arahnya dengan seksama, senang rasanya melihat ayah sudah pulih, sudah bisa makan banyak.

Ayah sakit jantung. Semuanya  berawal sejak dua tahun yang lalu. Ayah perokok keras semenjak ia masih remaja dan kami sekeluarga tahu tentang hal itu. Aku benci saat ayah merokok di dalam rumah. Melarang ayah merokok dan menasehatinya tentang rokok adalah hal yang biasa aku lakukan tapi itu semua tidak mempan. Hingga suatu hari serangan jantung menyerang ayah dan terpaksa membuat ayah berhenti merokok dan menuruti kata-kata dokter.

Dua tahun itu ayah berubah. Ia tak lagi sesehat dan sesegar dulu. Ia sudah tidak bisa terlalu banyak beraktivitas, naik motor pun ia sudah tidak mampu. Seharusnya ayah tinggal duduk istirahat di rumah. Namun, ayah bukanlah orang yang tinggal diam untuk urusan menafkahi keluarga. Dalam kondisi yang kadang baik kadang buruk ayah tetap membanting tulang untuk keluarganya. Ia tetap menjalankan dan mengontrol usahanya dengan baik.

Pengobatan terus dilakukan. Ayah selalu check up setiap dua minggu sekali. Beberapa kali kambuh, beberapa kali dirawat, dan beberapa kali sehat kembali sudah ayah lewati. Namun, rupanya penyakit ini memang berbahaya, sewaktu-waktu serangan lebih hebat bisa menyerangnya.

Aku sangat menyayangi ayah. Aku adalah anak kesayangannya. Itu yang selalu ibu bilang kepadaku. Ayah tidak pernah memarahiku dan memukulku, dia selalu memberi nasihat melalui kata-katanya yang bijak. Ajaran dan didikannya yang tidak keras dan penuh kasih menjadikan aku seperti ini.

Aku bergantung pada ayah dari sejak SD, ayah selalu mengajarkanku dan membantuku bila ada mata pelajaran yang sulit. Sampai aku kuliah, ayah selalu membimbingku, menemaniku mengerjakan tugas hingga larut malam, menawarkan bantuan meskipun ia dalam keadaan sakit. Ayah selalu berusaha mengawasiku meskipun ia lakukan itu melalui ibu. Mungkin karena itu aku tumbuh menjadi anak yang manja, tetapi aku juga tumbuh menjadi seorang yang banyak belajar. Belajar bahwa orang tua adalah faktor utama yang harus dijadikan acuan dalam bertindak. Karena kebaikan dan kasih sayangnya, aku selalu ingin melakukan yang terbaik untuk mereka.

Semua terasa bahagia saat kami mengantar ayah check up untuk mengetahui bagaimana keadaan jantungnya. Hari itu hasil check up ayah sangat baik, dokter bilang keadaan ayah sekarang lebih baik dari hasil check up sebelumnya. Bukan hanya lebih baik, tetapi jauh lebih baik. Walaupun keadaannya sudah baik, ayah harus tetap menjaga kondisinya karena tidak ada yang dapat memperediksi keadaaan jantungnya.

Hari itu hari Sabtu, tanggal 5 Maret 2011. Mungkin hari ini hanya selang beberapa minggu saja setelah ayah melakukan check up. Hari itu, aku dan kakakku sudah merencanakan untuk pergi bersama. Kami merencanakan untuk pergi hunting foto. Saat itu kakak sedang libur dari kerjanya, dan kami memutuskan untuk berangkat pagi hari. Ayah masih tertidur lelap, setelah solat subuh  ayah tidur lagi karena ia merasa lelah katanya. Aku dan kakak pegi tanpa berpamitan dan tanpa mencium tangannya.  Entah kenapa hal itu kami lakukan, padahal biasanya sebelum berangkat kami pasti selalu menengok ke kamarnya, meminta izin keluar dan mencium tangannya walaupun ayah sedang tertidur nyenyak. Saat malam harinya ayah hanya bertanya, “Besok mau kemana?” Aku menjawab dan menjelaskan bahwa besok aku dan kakak akan hunting foto. Ayah hanya terdiam, dan kemudian berkata “Ngapain sih hunting foto, mending di rumah.” Biasanya ayah tidak pernah melarang kalau soal hunting foto.

Hari Sabtu itu aku dan kakak jadi pergi ke kota tua dengan perasaan sedikit ragu karena cuaca mendung. Tapi aku berusaha positif thinking bahwa hari akan cerah siang nanti. Setelah hunting beberapa jam, jam makan siang pun tiba. Aku, kakak dan beberapa orang teman lainnya memutuskan untuk mencari makan, tiba-tiba telepon kakak berdering, muka kakak terlihat panik dan terus bertanya “Ayah kenapa?” Namun, sepertinya tidak ada jawaban yang jelas. Kakak langsung menarikku pergi menuju mobil dan perasaanku saat itu hanya bingung dan terus bertanya dalam hati.
“Ayah kenapa?”
“Apa ayah masuk rumah sakit lagi?”
Sepanjang perjalanan aku terus mencari informasi tentang keadaan ayah. Aku bertanya pada semua keluargaku tapi tak satu orang pun menjawab, mereka hanya bilang, “Udah.. neng sama aa hati-hati aja di jalan ya. Bilangin ke aa jangan ngebut bawa mobilnya.” Semua masih menjadi pertanyaan besar dan hingga akhirnya aku tahu dari seorang teman ibu yang memberi ucapan belasungkawa kepadaku. Aku langsung menangis. Tanpa berbicara banyak sepertinya kakak tahu apa yang terjadi. Dia mencoba menenangkan aku walaupun sebenarnya dia pun sangat terpukul.

Saat hari itu, aku, kakak, dan ibu sedang tidak di rumah. Begitupun ayah, ia bekerja seperti biasa. Kami tidak sedang berkumpul, dan keadaan ayah sedang pulih-pulihnya. Dan pertanyaan baru pun muncul, terus berputar di otakku.
“Kenapa ayah pergi saat aku, kakak, dan ibu tidak ada disampingnya?”
“Kenapa kami tidak bisa mendampingin sakaratul mautnya?”
“Kenapa ayah pergi saat ia dalam kondisi sehat?”
“Kenapa ayah pergi saat ditempat kerjanya? Kenapa tidak di rumah?”
Sesampainya di Bogor aku berlari kencang menuju ayah. Aku ingin melihat ayah dan berharap ini hanya mimpi. Saat masuk ke rumah, semua pelayat sudah berada di tempat itu, aku menangis sambil dipeluk ibu. Melihat ayah sudah terbaring kaku, pucat dan tak berdaya. Ya, hari itu ayah pergi. Pergi untuk selamanya. Tak ada lagi perhatian dari seorang ayah, tak ada lagi nasihat-nasihat dan bantuan dari seorang ayah. Tak ada lagi candaan dari seorang ayah yang selama ini membesarkan aku.
Setelah kepergian ayah aku banyak belajar bahwa aku tidak boleh terlalu bergantung pada orang lain. Mungkin dulu aku terlalu bergantung pada ayah. Aku juga belajar bahwa ini memang yang terbaik untuk ayah. Ayah pergi tanpa menunjukan kesakitannya di depan kami, mungkin Allah tidak ingin melihat aku, ibu dan kakak melihat sakaratul maut ayah karena Ia tahu kita tidak akan kuat melihat itu semua. Dan aku belajar bahwa pemikiran Ayah yang kolot dan nasihat nasihat ayah yang tersirat, itu semua ia berikan demi kebaikan kami, putra putrinya.

Dan saat ini yang bisa aku lakukan adalah membuatnya bahagia disana. Mungkin sudah saatnya ayah beristirahat dengan tenang, tidak lagi direpoti dengan urusan anaknya yang manja, larena yang di atas menganggap tanggung jawab ayah sudah selesai.

Senin, 29 Agustus 2011

lebaran pertama

yeee besok lebaraaan.. rasanya beda, ga seseneng dulu.. iya skrng papah udh ga ada.. gw, mamah sama aa cuma bertiga. gw pengen kumpul ber-empat lagi. tapi gimana, papah udah disana :') ga pernah nyangka lebaran taun kemaren itu lebaran terakhir gw cium tangan papah, minta maaf sama papah. karena taun ini gw udah ga bisa cium tangannya lagi, ato minta maaf sama papah. we'll miss you dad.. in this special day i wanna see your face and see your smile.. :)

Selasa, 02 Agustus 2011

i miss you so bad my lovely daddy. i just wanna share my day with you, i wanna tell about this day to you.

Sabtu, 16 Juli 2011

Praktek Kerja Lapangan

Tahun ini, semester ini gw magang di salah satu perusahaan TV swasta di Indonesia. Pihak kampus nyuruh mahasiswanya untuk bikin jurnal harian untuk bahan laporan ke kampus. tapi gw bingung mensti nulisnya gimana, kayaknya enakan cerita di blog deh. daripada nulis di jurnal mending nulis dulu di blog kali ya.. :D

Hari pertama PKL tanggal 4 Juli 2011. gw dateng ke perusahaan itu dan nunggu HRD buat nentuin posisi gw ditempatin di mana. setelah milih milih dan dipilihkan akhirnya gw ditempatin di sebuah program acara sport. tapi yang bikin seneng-gak-senengnya gw mesti balik lagi hari kamis dan gw hari pertama itu ngga ngapa2in. akhirnya gw pulang ke keosan dan langsung cabut ke Bogor, karna gw ga betah di kosan.

gw bukan anak yang biasa jauh dari nyokap, jauh dari Bogor, keluar sendirian. gw cuma anak rumahan yang mungkin gw adalah anak mamah banget. dan karna PKL ini gw mesti ngekost, jauh dari mamah, dan jauh dari rumah. ngga jauh sih sebenrnya, perjalanan yang ditempuh juga paling lama 2 jam. tapi tetep aja buat gw itu jauh, karna gw ga bisa bulak-balik bogor tiap hari.

Oke hari kamis pun datang. tanggal 7 Juli 2011, hari itu semuanya dimulai. pertama ketemu eksekutif produser, diwawancara sedikit tentang 'program apa yang kamu suka', 'kamu bisa apa?', 'kamu bawel ngga', 'kamu tau berita-berita artis?' ya gw jawab seadanya. gw bingung pas ditanya 'kamu bawel ngga?' mau jawab bawel tapi gw ga bawel, mau jawab ngga tapi gw bawel kalo sm temen-temen. jadi gw jawab ragu-ragu haha. akhirnya gw ditempatin di sebuah program acara yang setiap malem gw tonton, gw gajadi ditempati di program sport itu. hari ituharinya mereka syuting, tapping 3 episode. hari itu gw cuma disuruh observasi sama si eks. prod. gw ikut ke lokasi syuting yang ternyata bukan di kantor. gw bareng beberapa kru naik mobil elf. di mobil gw cuma diem diem aja, gatau mesti ngapain. sesampainya di lokasi, semua sibuk. mereka udh asik dan sibuk sama kerjaannya masing-masing. gw sama salah satu temen gw yang juga magang di program itu cuma bisa bengong dan diem. hari itu berasa panjaaaang banget, karena gw ngerasa bosen ga ada kerjaan apa-apa dan kerjanya cuma nontonin orang sampe jam 10 malem.

hari ke dua itu hari jum'at tanggal 8 Juli 2011. hari ini kita di kantor, ngga ke lokasi. hari jum'at emang katanya santai, gw cuma diem di kantor, mainin hape dan nbobrol sama anak magang lain di program acara lain. akhirnya salah satu kru yang baiik banget ngasih liat gw sm azka rundown acara itu dari hari pertama sampe sekarang, gw disuruh mempelajari dan membandingkan perbedaan rundown program acara itu dengan program acara lain. abis itu pulang. tapi tetep aja pulangnya jam 10 malem.. hhee

yak hari senin, 11 Juli 2011. hari ini gw mulai di kasih kerjaan, kita disuruh riset tentang bintang tamu yang bakalan di undang di acara itu. waktu itu gw nelponin mamah2nya anak opera anak, diantaranya si zaki, yasamin dan mona. :D dan riset-pun beres. gw masih ribet sama urusan bintang tamu lainnya yang mau di undang..

hari selasa 12 Juli 2011, syuting lagi. jadi seminggu itu 2 kali syuting. hari selasa dan kamis. syuting hari ini sepertinya akan menyenangkan soalnya tapping ke-2 bintang tamunya hal yang gw suka. tentang jejepangan. haha dan salah satu bintang tamu talkshowya para cosplayer dan ada cowok gw. dan bener aja hari itu berasa cepet banget, seru dan menyangankan. hari ini di total kerjanya 12 jam, form 12-00. heu.. capeknyoo..

hari rabu 13 Juli 2011 kerjaan gw seperti hari senin, riset dan riset. nelponin managernya artis, sok kenal sama mereka sok akrab buat dapetin informasi dari mereka tentang artis-artisnya ^^ alhamdulillah selama ini yang ditelpon masih baik-baik dan ramah-ramah :) hari rabu itu gw pulang jam stengah 9. karena kerjaan juga udah beres. dan malem itu gw pulang ke bogor.. hehe..

hari selanjutnya adalah hari kamis, tanggal 14 Juli 2011. hari itu gw disuruh dateng ke kantor jam 10, hari itu masih ngelanjutin riset yang kemarin dan nambah2in doang, abis itu syuting lagi sampe jam 12 malem. total kerja hari itu adalah 14 jam.

dan yang terakhir minggu ini adalah hari jum'at 15 Juli 2011. yay weekend ^^ semangat deh kalo udah weekend, tapi sayangnya hari itu ngebosenin. ga ada kerjaan karna ga dikasih kerjaan, jadi cuma duduk-duduk dan leyeh-leyeh ampe bosen banget. dan jam 7 malem gw baru dapet kerjaan untuk nelponin artis dan nanya bisa di undang atau ngga.. karna kerjaan belum beres banget jadi kerjaannya di bawa kerumah deh, dan akhirnya gw balik ke Bogor.

dan kesimpulan yang gw dapet selama ini adalah, apa yang selalu gw tonton dan kadang gw komentarin, produksinya itu ga semudah kayak apa yang kita bayangkan. kita cuma enak nonton di tv siap tayang, tapi dibalik itu ada kru-kru hebat yang mempersiapkan dan ngebuat acara itu supaya bisa dinikmati khalayak. seneng kenal mereka, banyak dapet pengalaman dari ini semua. tapi tetep yang gw pengen adalah, cepet beres PKL karna gw ga pengen jauh dari mama ^^


Kamis, 26 Mei 2011

DAD :)

You never said “I’m leaving”
You never said “goodbye”
You were gone before I knew it,
And only God knew why.


There are no words to tell you
Just what I feel inside
The shock, the hurt, the anger
Might gradually subside


A million times I’ll need you
A million times I’ll cry
If Love alone could have saved you
You never would have died


In Life I loved you dearly
In death I love you still
In my heart you hold a place
That no one could ever fill


It broke my heart to loose you
But you didn’t go alone
For part of me went with you
The day God took you home


Things will never be the same
And all though it hurts so bad
I will smile whenever I hear your name
And be proud you were my Dad.


source

Minggu, 15 Mei 2011

SEMUT MERAH PRODUCTION

*(kiri-kanan) alfin, andra, rani, devi, win, ruru, dina, ratri, seli, mpoy, ina*

Alhamdulillah.. akhirnya shooting reality show untuk tugas kuliah beres juga. walaupun dimulai dengan hari yang super duper bikin gw ga mood untuk ngapa-ngapain tapi pada akhirnya semuanya bisa sangat menyenangkan.

Jum'at 13 Mei kita, SM production berangkat pagi2 menuju desa ciburuy, cigombong. sebelumnya kita udah survey lokasi dan hari ini kita mulai shooting.. script udah beres tinggal pengambilan gambarnya. oke, karna gw kameramen jadi gw harus ngambil gambar setiap adegannya. awalnya agak ragu dan ga yakin bisa jadi kameramen karna gw jarang megang handycam apalagi kamera 3ccd.. gak ngerti apa2, tapi ya namanya juga belajar jadi akhirnya dengan senang hati gw dibantu alfin dan win jadi tim yang berurusan dengan kamera.
Gw tau gw pendek, dan agak sulit untuk ngambil gambar. apalagi talentnya tinggi (dina) ==, haha, ampe kadang tripod yang tingginya ampir sama kayak gw dipendekin supaya gw bisa ngeliat gambar yang ada d kamera XD
Proses shooting berjalan lancar. di hari pertama dari pagi sampe sebelum jum'atan kita terus produksi bagian per bagian dari keseluruhan adegan yang ada sampe akhirnya break sholat jum'at dan break makan. harusnya abis solat kita makan tapi karena keadaan tidak memungkinkan jadi kita baru makan jam3 sore dan itu-pun hanya makan bakso.. haha buat gw itu kurang, soalnya energi yang dikeluarin ga sebanding dengan semangkok baso XDD

dan finalnya adalah malem, abis shooting malem di saung depan sawah yang tempatnya cukup jauh dari tempat kita nginep akhirnya kita semua berencana ngejain salah satu anggota kami yang hari itu ulang tahun.. dari pagi emang dia udah di omel-omelin dan malem adalah puncaknya. kita bikin dia nangis dan akhirnyaaa happy bday seli ^^ cuma pake kue roti yang cuma dikasih susu coklat diatasnya (maksaa abis) trus ditaroin lilin yang buat mati lampu hahaha..


Semenjak jadi kameramen, anak2 pada perhatian, setiap gw jalan, setiap gw ngapa2in pasti mereka selalu bilang "Ndra, ati-ati............" haha betapa perhatiannya mereka, taaa-tapiii lanjutannya adalah "ati-ati kameranya jatoh, lo-nya sih gpp." grrrr pengen nyemplungin mereka satu2 ke kolam lele rasanya XD
Sumpah ini pengalaman yang ga terlupakan, seru banget buat gw, dan kita bersebelas walaupun awalnya ga kompak dan ada masalah sedikit tapi pada akhirnya kita bisa kerja sama-sama dan kerjanya ga ngeBT-indan ga ngebosenin. :D


Ga sabar buat ngeliat reality show dan behind the scene acara yang kita buat ini.. oiaa untuk Bapak yang sangat berjasa di Cigombong itu juga sangat membantu kami untuk ngeberesin reality show. thanks banget buat Pak H. Zakaria, ^^

Senin, 21 Maret 2011

really need you TT___TT

hari ini gw pengen nangis lagi. dari dulu emang bisa dibilang gw bergantung sama papah, karena menurut gw papah tuh jago dalam segala hal. setiap mata kuliah design grafis ato hal-hal yang berhubungan dengan itu pasti gw tanya papah karna papah dulu adalah orang periklanan.

hari ini design iklan gw kelar, dengan hasil yang standar dan tidak memuaskan. satu hal yang bikin gw pengen nangis, dulu biasanya papah selalu komentarin hasil karya design gw, dan dengan komentar papah itu design gw jadi jauh lebih baik. dan sekarang, gw ga akan pernah dapet komentar itu lg dari mulutnya papah.

pas tadi mata kuliah periklanan gw cuma bengong nahan nangis, berharap papah masih ada dan ngomentarin, ngasih masukan buat gw pasti gw lebih baik. gw emang tergantung sama papah, dari kecil dari mulai pelajaran bahasa sunda sampe matematika papah yang selalu bantuin gw, papah selalu bisa semuanya, dan sampe sekarang mata kuliah design grafis, fotografi, dan yang lainnya papah selalu nyambung kalo gw ajak ngobrol. sekarang papah udah ngga ada. TT___TT

mungkin orang heran kenapa gw bisa kaya gini. gw bisa kaya gini karena gw deket banget sama papah. papah selalu manjain gw lebih dari kaka gw. papah selalu ngebantu gw dalam segala hal. sekarang siapa lagi yang kaya gitu? ga ada lagi orang yang kaya papah. gw masih butuh papah, tapi ceritanya udah lain sekarang dan gw harus terima itu.

kadang gw suka ngerasa ngga enak buat cerita terus-terusan sama temen ato sama si gembul soal papah. karena gw tau mereka ga mau gw telalu larut ngenang papah. selain itu gw takut mereka bosen denger cerita gw tentang papah, jadi gw cuma bisa nulis d blog ini.

Honestly,I really need you pah.

Selasa, 08 Maret 2011

surat buat papa :)

mungkin ini sedikit kekanak-kanakan. tapi gw cuma pengen nulis ini, disini buat ngungkapin semua yang gw rasain. :)

" pah.. udah 4 hari loh papa ninggalin neng. neng ga pernah ngebayangin ini sebelumnya pah. ternyata ini berat banget. papa tau neng sayang bgt sama papa. neng kangen banget sama papa. kalo hari selasa gini neng pulang malem biasanya buka pintu taro tas, papa lagi duduk di meja makan dan neng pasti ngeluh "huah cape pah." dan papa selalu nyuruh neng makan, karena papa tau neng suka makan. :) neng kangen sama papa. kangen kalo kita nonton tv one bareng, dan kita berdua debat, share comment tentang berita yang ada. abis itu kita nonton ovj bareng ya pahketawa-ketawa ngeliat si sule.. hehe.. pah neng kangen papa, neng pengeeeen banget peluk papah. pah neng inget waktu neng panas tinggi, papa ke kamar neng, padahal papa juga lg ga enak badan kan? papa megang kaki neng mastiin kaki neng dingin atau ngga, papa megang kening neng, dan papa bilang "neng mah kuat yah, anak papa yang paling kuat, yang ga pernah sakit." neng seneng pah waktu papa bilang gitu ^^

pah, neng gabisa pijitin kaki atau tangan papa lagi dong? biasanya papa minta pijitin kaki kan kalo ga enak badan? hehe neng pasti kangen pijitin papa. papa udah sehat kan sekarang? ^^
neng sekarang kalo kangen selain doain papa, cuma bisa nulis d blog.. kalo cerita sama mama pasti mama sedih, neng gamau bikin mama nangis lagi. neng juga tau papa juga pasti gamau liat mama nangis.. :)

pokonya neng kangen papa. insya Allah nanti kita kumpul ber-empat lagi ya pah disana :)"


Sabtu, 26 Februari 2011

sim sim ~

jemput si mama ke depan komplek pake motor ~

***
|di motor|

mamah : neng kamu udah lancar naek motornya..
gw : kan emng udh bisa dari dulu mah... =='
mamah : tapi sekarang udh ngga gugurusukan bawanya..
gw : *diem* :|
mamah : belajar sana sama aa naek motor ke jalanan..
gw : jiah, kan udh beberapa kali bawa motor ke jalanan, masa belajar lagi :|
mamah : ohh yauda lancarin aja, ntar dibikinin SIM kl udh lancar..
*kesannya kaya baru kemarin belajar motor* tapiiii ~
hahaha asiiiiik asiiik ~ sim sim sim.. mudah2an bener mau dibikinin ~ :D

happy to be with you..

(25/02) 25 februari 2011. tanggal itu sekarang jadi tanggal yang spesial, seenggaknya tanggal yang ngeingetin gw kejadian waktu dia nembak gw ^^. emm seharian emang ngga ada apa-apa kayak biasa, ya karna dia juga kerja. Oke, jam setengah sepuluh malem dia belum OL juga. biasanya jam segitu dia udah OL, karna penasan akhirnya gw sms dia nanya dia udah pulang belum. Beberapa menit kemudia ada telpon dari dia, ^^ dan ternyata dia baru datang, belum sempet lepas jaket dan bener-bener baru sampe tapi di langsung nelpon :D Oke seperti biasa, ngobrol kesana-kemari dan tiba-tiba ngomongin "ini tanggal 25 yah" hehe.. percakapan soal tanggal 25 diputus sama operator karna udah 15 menit :p

lalu~lalu ~ lagi asik nonton PV musik eh ternyata ada notif, ternyata dia ngetag foto ^^
kocak fotonya :3 yang gw tangkep dari foto ini adalah cerita gw sama dia :)) iyaa dia suka banget nyubit, dan gw susah banget bales cubitan dia karna tangannya panjang, dan tangan gw pendek ==" ehehe~ yang jelas gw seneng dia ngasih foto ini. Seperti yang gw suka, berbicara melalui foto ^^ oke dia-pun OL, ya kita YM-an dan ngobrol-ngobrol, dan ini bagian yang paling gw suka :D

dia : mut, udah (baru) 2 bulan ^^
dia : it's been a good time 4 me ^^
gw : ^____^
gw : me too :) gimana perasaanya 2 bulan ini ? ^^
dia : seneng :D
gw : yeee \^o^/
dia : it's comforting me when i know there's someone for me beside my family ^__^
dia : someone special, more than just a friend ^^
gw : im glad to hear that ^^

yaaa gw bener-bener seneng ngedenger itu.. ^^

****

(26/02) It's saturday ^o^/ yeaay it's mean, i'll meet him :D Dia ke rumah gw hari ini kita makan mie ayam dan becanda-becanda, ngobrol-ngobrol, dan guntingin kukunya dia xDDD ^^ disela-sela obrolan tiba-tiba dia ngeluarin sesuatu dan taaaraaaaa ~ dia ngasih gw ini :

*cute doramenyon*

beberapa hal yang lupa gw lakuin hari ini sama dia ~ take some picture with him and...... sing for him :D next time, I will ^^

ne~ mu-kun あ り が と う ~ |a-r-i-g-a-t-o-u| ^^
happy to be with you..
"I just want to say this feeling of thankfulness to you
For always staying by my side" |cn blue-arigatou|


|ai shite imasu| . |saranghae|

Senin, 21 Februari 2011

A.R.I.G.A.T.O.U

huaaaaaaaaaaaahh.. just wanna say THANKS guys..
you all ROCK !
ga nyesel pernah gabung sama MONOIMI. pasti gw kangen nyanyi diiringin kalian..
thank you untuk lagu bleeding my heart, hopeless sama pretending i'm alonenya..

"it's all about distance ~"

-makasih udah ngenalin gw apa itu yang namanya panggung-
-makasih udah ngenalin gw gimana caranya nyanyi depan umum-
-dan makasih udah ngenalin gw cara bermusik-

sekali lagi, arigatou buat semuanya.. i'll keep support you, MONOIMI :)

Kamis, 10 Februari 2011

mudah-mudahan ini bisa buat mama papa senyum dan bangga.. Ini semua cuma buat mama sama papa :)

Jumat, 28 Januari 2011

my parents my hero :)

Kalian pasti tau rasanya sayang sama orang tua itu kaya gimana. Karena mereka adalah segalanya. Ya, mereka itu segalanya buat gw. Mereka orang yang paling gw sayang di dunia ini, karena kasih sayang mereka tulus. Allah ngasih orang tua yang luar biasa buat gw. Orang tua yang selalu bisa buat gw bangga jadi anaknya. Mereka selalu bisa ngebahagiain gw dengan cara yang luar biasa.

Umur gw sekarang udah 20 tahun. Tapi tau ngga sih, gw ngerasa gw masih diperlakukan seperti anak yang usianya 15 tahun. hehe. walaupun kadang risih, tapi jujur gw seneng, mereka selalu perhatian sama gw, nelponin gw waktu gw belum pulang, nge-sms-in gw waktu gw main sama temen-temen, ngga ngizinin gw nginep. Selama ini baru sekali loh gw nginep dirumah temen gw, itu juga karena gw pulang malem banget abis media visit dari kampus. Pokonya mereka selalu jagain gw, dan takut gw kenapa-kenapa.

Satu hal yang selalu gw inget dari papa, papa selalu bangga dan bahagia punya anak sepasang, ya gw dan kaka gw kita cuma berdua dan papa mama sayang banget sama kita. Mereka bisa mendidik kita dengan baik menurut gw, banyak hal yang bisa gw ambil dari mereka. Mereka selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk membahagiakan anak-anaknya. Mama itu wonderwoman gw, mama pekerja keras dan ga mau terlalu tergantung sama papa, mama bilang jadi cewek harus kuat, gaboleh tergantung sama laki-laki. kalo nanti suatu saat kita ditinggal suami, kita masih bisa bertahan hidupin anak-anak kita. :')

Gw bangga sama papa, dalam keadaan papa sakit papa masih berusaha sekuat tenanga buat nafkahin keluarga. Papa juga superman buat gw. Ya, papa sakit. Sakit jantung yang bisa dibilang udah parah. Mungkin itu akibat rokok yang dari dulu selalu jadi temen papa. Sekarang papa udah ga bisa terlalu cape, tapi tau apa? papah masih berusaha buat terus memenuhi kebutuhan keluarganya. Saat sakit kaya belakangan ini, yang gw pengen cuma 'papa cepet sembuh' kadang gw berdoa supaya yang sakit gw aja jangan papa, kasian dia. Biar gw yang ngerasaain itu. Tapi kata mumut gaboleh kaya gitu :). jadi, yang gw bisa lakuin sekarang cuma berdoa buat papa, ngurusin papa sebisa gw dan buat dia senyum :)

pokonya neng sayang sama mama papa.. :')

Selasa, 25 Januari 2011

Minggu, 23 Januari 2011

My Decision

Tanggal 23 Januari 2011. Hari itu sekarang jadi hari yang bersejarah buat hidup gw. Akhirnya setelah kurang lebih beberapa tahun menimbang untuk pakai kerudung, kemaren gw ngejalanin itu. Sampe pagi ini gw masih ngerasa seneng dan ngerasa ada yang beda di hidup gw.

Dari SMA gw emang pengen banget pake kerudung, setiap jum'at ada wajib pake kerudung di sekolah dan gw selalu pake soalnya pengen belajar pake kerudung. Dari situ gw ngerasa nyaman buat pake itu. Gw bilang sama mamah buat pake kerudung waktu itu, mamah nanya "kamu udah yakin? mamah ga mau loh nanti kamu di buka-buka lagi krudungnya." dari situ gw mikir lagi, oia ya kalo kuliah gw ga konsisten gimana, dan disitu gw butuh pertimbangan lagi. Sambil mikirin hal itu rasa pengen gw pake kerudung masih ada.

Lama gw agak lupa tentang keinginan gw pake kerudung, gatau kenapa bisa begitu. Sampai akhirnya akhir taun ini perasaan pengen pake kerudung itu datang lagi :D dan pake kerudung jadi salah satu resolusi gw di taun 2011. Bulan ini, bulan Januari gw mulai nyoba2 sendiri di rumah pake kerudung (iseng :p) dan gw mulai beraniin diri dan ngeyakinin diri lagi kalo gw emang bener pengen pake kerudung. Bilanglah gw sama mama "mah, neng pengan pake kerudung." pertanyaan dan pernyataan mama masih sama kaya beberapa taun lalu "kamu udah yakin? mamah gamau loh nanti kamu di buka-buka lagi krudungnya." dan kali ini gw yakin.. :) gw jawab dengan yakin. Mama bilang ke papa dan kaka gw, dan mereka ga masalah :D Ya walaupun pada awalnya si mamah meragukan gw, kata mama benahin sikap kamu, kalo yakin pake kerudung jangan dibuka-buka lagi. Ada satu pernyataan mamah yang gw tangkep maksudnya adalah "km yakin pake krudung, kamu kan masih kecil" (walopun ngomongnya ga gitu, tapi maksudnya ky'y gitu deh :[ ) ternyata gw belum dipercaya sebagai anak 20 tahun. hiks.

Dan satu lagi, gw cerita soal ini ke sahabar gw si chiripa. Sama kayak yang nyokap gw tanyain ke gw "Yakin pi?" gw jawab juga "Iya." dan kali ini dia terang terangan ngatain gw bocah haha dasar chiripa. Dia bilang gw masih kayak bocah~ uuuuu~

Akhirnya semua ngizinin gw dan gw semakin yakin. Dan kemaren gw mulai pake kerudung, Insya Allah selamanya, semoga gw bisa jadi orang yang lebih baik. Senengnya tanggepan orang-orang kemaren positif, rata-rata mereka suka :)

new me with tabul

Jumat, 21 Januari 2011

geng huru hara


Senangnya hari ini UAS udah beres. Beres UAS tadi gw nge-refresh otak, masak-masak di rumah Tabo.. Emm tadi kita masak macem-macem, dari mulai Spaghetty, sosis gulung mie, dan pisang bakar coklat keju. Eh tapi yang terakhir dimasakin mamanya tabo loh ~ :D

Sumpah puas abis hari ini keketawaan sama mereka ber 7, Ratri, Chiripa, Tabul, Tabo, Baso, Meljurig, Udin ^^ dari mulai masak-masakan yang hasilnya nyuumy, maen UNO sampe guling-gulingan di kasur'y tabo. Rame banget ngerusuh di rumah orang, kayaknya kalo kedengeran orang mah bisa ditimpuk kali :p

Kalo sama mereka tuh pipi bisa jadi pegel gara-gara keketawaan gaje. Nih ya, mulai dari Tabul dan Chiripa yang pikirannya hentai abis ~ suka bikin misi-misi aneh berdua si Tabul juga suka kedip-kedip centil. Pokonya mereka berdua duet mauts hentai deh xD ..... terus si Ratri, yang suka ga mau di panggil Nur :p oranggnya juga asik .... terus si Baso, yang kayak bocah, tapi baik dan suara'y kocak kalo treak .... yang selanjutnya si Meljurig, wuh kalo yang ini mukanya serem kalo lagi diem .. Yang selanjutnya adalah Tabo~ haha yang satu ini kocak dengan teriakannya dan omongan sundanya ... dan yang trakhir Udin ~ kalo udin mukanya datar, lucu kalo becanda mukanya datar ^^ kaloo gw ~ mereka yang bisa nilai ~ pokonya kalo sama mereka kadi ga garing, apa aja bisa diketawain, bisa putus urat malu kalo lagi kumpul sama mereka ~ thanks for today guys ~ ^^

dan ini dia mereka

Mel (abu2), filia (kebaya merah sbelah
penganten), Gw, tabul, taboo




mel, ratri, chiripa, gw, baso, tabul


yang tengah kerudung ijo itu udin :D

Kamis, 20 Januari 2011

i'm affraid of tomorrow ways

akhirnya kesampean juga nulis blog ini. Dari kemaren pengen nulis tapi mesti belajar, pas abis belajar eh malah lupa mau nulis apa :p
karena sekarang pikiran gw udah mumet dan frustasi sama materi UAS besok, jadi gw mau nulis blog aja. hehe.

emm dimulai dari mana ya. Dimulai dari judul aja deh biar nyambung. Kenapa coba gw milih judul itu? karena gw emang lagi ngerasa takut, khawatir, gelisah (halah) atau yang sejenisnya tentang cerita besok besok yang bakal gw hadepin. umm~

Jujur aja masih ada rasa takut yang gw rasain. Rasa takut keilangan~ gw takut kalo semuanya bakal keulang. Jadian, putus, jadi ada jarak, jauh, ilang. gw takut aja semua bakal berakhir dengan hal yang sama kaya sebelumnya. Gw pengen terus kayak gini, pengen hubungan gw sama dia tetep kaya sekarang sampe kapanpun. Tetep deket, tetep bisa jadi temen dan jadi orang deket sekaligus. Intinya gw cuma takut keilangan moment2 kaya gini. ada dideket dia, bikin dia ketawa, bikin dia senyum, berbagi cerita.. Ya kaya gini :)

Gimana kalo akhirnya gw sm dia ga cocok dan kita pisah? (pikiran buruk~ huss huss ~ )
gw ga pengen hubungan ini jadi ngerusak hubungan gw sama dia kedepannya, apapun yang terjadi. Apapun yang tejadi nanti semoga itu ga ngebuat rusak tali silaturahmi :D amiiin ~

regards
Andra

Senin, 17 Januari 2011

Tentang Gw, Fotografi dan Musik

Gw lahir dari keluarga dengan Papa yang bisa dibilang nyeni abis. Papa suka banget ngelukis, gambar, main musik juga, bahkan dulunya di itu bassis loh. Darah seni kayaknya nurun sama gw, karena gw suka gambar (walaupun jelek), gw suka main gitar (walaupun ga jago), dan gw suka nyanyi. Dari kecil papa terus ngembangin bakat nyanyi gw yang katanya waktu masih balita gw suka nyanyi-nyanyi gitu haha. Gw belajar nyanyi, diajarin sama papa, gw inget banget lagu yang papa pengen gw bisa nyanyiin bener-bener, lagunya Melly yang Bunda. Tiap weekend waktu kecil gw sama papa suka karokean di rumah, nyanyi dan papa ngoreksi suara gw. Banyak masukan yang gw dapet dari itu. Bokap seneng kalau liat gw nyanyi kayaknya, tiap ada acara pertemuan keluarga pasti gw disuruh nyanyi. Tapi dulu gw masih ciut, sampai akhirnya gw gabung di Band yang suka ikut-ikut audisi buat acara festival Jepang gitu. Dari situ gw mulai belajar gimana caranya tampil didepan orang banyak, awalnya emang ngga banget, gabisa nguasain panggung, kadang masih suka emosi. Tapi lama-lama gw mulai bisa adaptasi. Dari situ gw mulai mau kalo ngisi nyanyi di acara-acara keluarga.

Kadang nyanyi bikin gw lupa. Lupa sama hal yang bikin BT, lupa sama kekeselan gw, lupa sama ketidaknyamanan gw. sering banget kalo gw lagi bad mood terus pas gw nyanyi bad mood itu jadi ilang. Lega rasanya. Bisa dibilang nyanyi udah jadi bagian dari hidup gw, apalagi musik. Jujur gw ga terlalu milih-milih genre lagu untuk didenger, selama itu enak di kuping gw kenapa ngga. Kalo lagu yang gw bawain, ga semua genre gw bawain, bukan ngga mau tapi kalo gw ga bawain itu berarti gw kurang bisa bawain itu lagu :)

Gw suka musik bukan cuma dengerin dan nyanyi, gw juga suka gitar <3 Gw ga pernah ikutan les gitar, dan gw cuma belajar gita dari papa. Gw tau kok cara gw main gitar jelek banget hehe. Tapi walaupun gitu gw tetep suka genjrang-genjreng. Pengen deh belajar gitar lagi supaya bagus maeninnya ^^

Oke sekarang pindah dari musik menuju fotografi. Gw suka fotografi sejak kapan ya? Mungkin sejak SMA saat gw muali belajar cara ngedit foto, dan dimulai dari rasa narsis gw juga. hehe. Di kampus gw nemu klub fotografi dan gatau kenapa gw tertari banget pengen masuk klub itu. Dan disitu gw dapet banyak ilmu sampe akhirnya papa, mama, kakak gw beliin gw kamera Nikon. Gw mulai explore kemampua fotografi gw dengan si Nikon d3000 gw. Sampe saat ini mungkin baru sedikit tekhnik yang gw pelajarin dan masih sedikit foto yang gw hasilkan.

pokoknya <3 photograph n music :3

really wanna do :3

Ngga tau kenapa akhir-akhir ini gw bener-bener ngerasa pengen pake kerudung.. gw sering cobain pake kerudung dan sambil ngaca, pantes ga sih?
Emang bukan masalah pantes atau ngga sih.. :) Gw gatau kapan waktu yang tepat buat pake itu, tapi gw pengen banget ^^

coba liat kalo gw pake kerudung ^^;

*mirip banget si mamah*

Kamis, 13 Januari 2011

Artikel Petunjuk

Editing dan Kombinasi Warna

Fotografi merupakan hobi yang diminati oleh banyak orang, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Dari mulai foto diri sendiri atau ‘foto narsis’ hingga foto yang menggunakan teknik-teknik fotografi.

Hasil foto yang kita dapatkan seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terkadang seorang fotografer bisa saja melakukan kesalahan dalam setingan kamera. Misalnya saja saat ada moment penting yang terjadi, si fotografer melakukan kesalahan dengan menghasilkan gambar terlalu gelap. Hal tersebut dapat kita akali dengan melakukan editing foto.

Tentunya editing foto tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Editing foto boleh dilakukan tanpa harus merubah makna awal dari foto tersebut. Editing foto juga dimaksudkan untuk memperkuat makna foto. Seorang fotografer profesional pun tak jarang melakukan editing foto bila ia memerlukannya. Seperti menurut Jonas P Holdrief yang mengemukakan alasannya menggunakan software untuk editing, diantaranya adalah permintaan klien, hasil foto yang kurang memuaskan, untuk lebih eye catching, dan kepuasan pribadi. Jadi editing foto itu tidak diharamkan.

Editing foto dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya mengedit color balance, hue saturation, atau bahkan cropping pada foto. Selain mengedit warna dan cropping pengeditan foto dapat dilakukan dengan memanipulasi foto, menambahkan text, rotasi, mengubah ukuran foto, dan lain lain. Proses editing biasanya dilakukan setelah pengambilan gambar dengan menggunakan perangkat lunak yang tersedia.

Kombinasi warna

Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses editing foto membutuhkan perangkat lunak atau software sebagai alat untuk melakukan editing. Banyak perangkat lunak yang dapat kita pakai untuk proses ini, diantaranya adalah Adobe Photoshop, Photoscape, Corel Photo Paint, dan lain-lain. Software yang paling banyak digunakan dan sangat popular saat ini adalah Adobe Photoshop, karena dalam software tersebut banyak menu-menu yang memungkinkan kita melakukan editing sesuai dengan selera kita masing-masing. Dengan menggunakan Adobe Photoshop kita mendapatkan beberapa keuntungan seperti kualitas gambar, kemudahan menu-menu yang ada dan sebagainya.

Sebelum melakukan editing, terlebih dahulu kita harus mengenal tools tools yang ada dalam software yang kita gunakan. Bila kita menggunakan photoshop biasanya tools tools yang digunakan berupa lasso tools, magic wand tools, move tool, crop tool, clone stamp tool, eraser tool, zoom tool dan sebagainya.

Salah satu proses editing yang bisa dilakukan dengan menggunakan software tersebut adalah melakukan kombinasi warna pada satu foto. Hal ini dimaksudkan agar foto terlihat menarik, karena adanya gabungan warna hitam putih dengan warna warna terang dalam satu foto. Sebagai contoh, foto yang kita seleksi adalah foto seorang pedagang balon gas warna warni yang sedang berjualan diantara keramaian kota Bogor. Pada foto ini kita ingin mengkombinasikan warna warni balon gas dengan warna pedagang, tempat dan yang lainnya hitam putih.

Hal yang pertama harus kita lakukan adalah menduplikat foto tersebut menjadi dua. Karena ini penggabungan, maka foto harus di duplikat menjadi dua terlebih dahulu sebelum digabungkan. Setelah diduplikat, ubah warna salah satu foto menjadi warna hitam-putih melalui image, lalu adjustment yang ada di toolbar menu photoshop.

Setelah hal tersebut dilakukan, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengabungkan kedua foto tersebut dalam satu layer dengan cara menyeleksi foto hitam putih dan men-drag-nya pada layer foto yang berwarna.

Foto yang awalnya dipisahkan menjadi dua bagian atau di duplikat, kini menjadi satu bagian dengan layer foto hitam putih di atas foto berwarna. jadi, yang nampak hanyalah warna hitam putihnya saja. Setelah itu, pilih layer foto hitam putih dan pilih eraser tool untuk menghapus warna hitam putih pada balon. Maka, foto yang dihasilkan adalah foto hitam putih dengan warna tetap pada balon gas.

Kadang dalam proses editing menemui banyak kendala yang dihadapi. Dari mulai masalah pada perangkat lunaknya, perangkat kerasnya, bahkan mood pun dapat menjadi masalah dalam editing foto. Emosi atau mood yang sedang kita alami terkadang dapat mempengaruhi hasil foto yang kita edit. Misalnya, saat kita sedang marah lalu kita melakukan editing, maka yang dihasilkan pasti berantakan. Karena selain butuh keterampilan dalam editing pun dibutuhkan ketelitian dan kesabaran agar foto yang dihasilkan rapi. Maka dari itu, saat mengedit foto pastikan mood kita sedang tidak buruk agar ketelitian dalam mengedit foto tidak terganggu. Selain itu pastikan prerangkat keras dan lunak yang kita gunakan dalam keadaan baik-baik saja.

Selain keutungan yang kita dapatkan pasti ada kerugian dari editing foto ini, misalnya keterlaluan dalam mengedit foto sehingga merubah makna, membuat fotografer dan sebagainya. Namun, banyak keuntungan dalam mengedit foto, diantaranya memperkuat makna foto, membuatnya lebih menarik dan untuk kepuasan pribadi agar foto terlihat lebih baik dari sebelumnya.


(tulisan ini dibuat tuntuk tuga kampus, maklum kalau msh banyak salah ^^)